Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2016

Danau Dora, Ecopark LIPI


Saya tidak punya informasi lebih lanjut yang akan saya tulis di Blog saya tentang Danau Dora Ecopark LIPI, karena memang saya tidak tau lebih jauh tentang seluk beluk Danau Buatan satu ini, atau saya juga masih ragu ini sebenarnya Danau atau Waduk atau Situ ataukah sebenarnya ini Kolam. Tapi yang jelas tempat ini cukup bagus untuk digunakan sebagai tempat sekedar kongkow.

Jadi tanpa basa- basi lagi, lebih baik saya langsung pasang fotonya saja (tapi kebanyakan foto narsis saya) Hahaha.




Tapi setidaknya dapat dijadikan tambahan refrensi tempat kongkow anda. Karena untuk masuk ke sini anda tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Cukup bayar parkir saja, anda sudah bisa menikmati area ini.




Lokasi : Belakang Komlek Lipi, Cibinong Bogor.

Danau Dora

Minggu, 07 Juni 2015

Senja di Pelabuhan Sunda Kelapa


Sunda Kelapa 1
Menghabiskan Senja di Pelabuhan Sejarah

Jakarta, 7 Juni 2015

Minggu kali ini saya dan partenr sama sekali tidak punya rencana untuk pergi ke manapun. Setelah seminggu terakhir kami pergi ke Curug Leuwi Hejo, Curug Barong dan Leuwi Lieur, kami ingin sekedar refreshing di dalam kota saja, terlebih saya memiliki target untuk pasca lebaran nanti yang mengharuskan saya menabung sebagian besar penghasilan.

Menghabiskan Senja.

Kali ini akhirnya setelah membiarkan partner membaca di beberapa blog akhirnya kami memutuskan pergi mengunnungi area Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada yang membuat saya sedikit "ngeper" untuk pergi ke sana, karena partner menceritakan salah satu komentar di blog yang dia baca yang menerangkan kalau di sana sering terjadi pemalakan. Namun seingat saya yang terakhir berkunjung ke sana di sekitar tahun 2012 di sana aman - aman saja.

Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sunda Kelapa 2
Area Pelabuhan Sunda Kelapa
Sekitar pukul 5.00 am kami baru sampai di lokasi Pelabuhan di dekat kawasan Kota Tua, tepatnya di Jl. Maritim Raya No.8 Kelurahan Ancol, Pademangan Jakarta Utara. Akses menuju ke pelabuhan yang terletak di Muara Sungai Ciliwung ini cukup mudah, bila dari kawasan Kota Tua silahkan menuju arah Terminal Angkot dekat jembatan Kota Intan lalu belok kanan di dekat jembatan tersebut lalu sampai ke pertigaan belok kiri, lurus terus hingga sampai ke pertigaan jalan yang membentuk huruf "Y" lalu pilih ke arah kanan tidak jauh dari situ, belok kanan lalu belok kiri masuk menuju pintu masuk area Pelabuhan yang di sebelahnya terdapat toko swalayan Indomaret.

Sunda Kelapa 3
Kapal - Kapal Gagah

Sunda Kelapa 4
Walk the Walk

Sunda Kelapa 5
Berjalan

Sunda Kelapa 6
Saya
Hanya dengan membayar Rp 3.000,- kita sudah bisa menikmati area Pelabuhan. Beberapa kali saya melihat keadaan dari area parkir motor di dekat pelabuhan. Banyak jajaran kapal - kapal Phinisi dan beberapa pengunjung yg sedang lalu lalang. Ada juga beberapa penghuni kapal yang sedang duduk di pinggir pelabuhan. Sepertinya kekhawatiran kami tentang pemalak hanya sekedar kekhawatiran saja.

Sunda Kelapa 7
Kapal Lainnya

Sunda Kelapa 8
Duduk di Samping Kapal

Sunda Kelapa 9
Serasa Saudagar

Areanya memang tidak begitu luas, namun cukup bersih bila saya bandingkan dengan kondisi sebelumnya. Namun sayang, kegiatan para tukang angkut sudah tidak terlihat karena kami datang menjelang senja.
Sunda Kelapa 10
Drum
 Satu yang menjadi tips bagi pengunjung, jangan terlalu berharap anda bisa menikmati detik - detik terbenamnya mata hari di sini, kecuali bila anda menyewa sampan dan mengelilingi area pelabuhan, mungkin anda dapat menyaksikan keindahan sunset. Namun saat itu kami memutuskan untuk tidak menyewa perahu sampan karena sepertinya tetap tidak akan mendapat gambaran sunset yang bagus, namun menukmati jajaran Kapal yang bertengger di sisi pelabuhan cukup memuaskan kami.
Sunda Kelapa 11
Pose Saja

Sunda Kelapa 12
Pose Lagi

Sunda Kelapa 13
Pose Sekali Lagi

Sunda Kelapa 14
Pose Terakhir

Beberapa kali saya sempat menawarkan kepada partner, apakah dia mau naik perahu untuk mengelilingi area muara? Jujur saja, kalau saya sendiri karena melihat kotornya air, saya tidak begitu tertarik.

Sunda Kelapa 15
Siluet
Beruntung partner saya menggelengkan kepala. Jadwal saya kali ini hanya menemaninya mengabadikan jajaran Phinisi sambil sesekali memotret saya karena cukup bosan juga hanya memotret kapal - kapal yang terparkir di dermag. Sayapun hanya mengekor saja sambil sesekali jepret dengan bantuan kamera ponsel Lumia 730 milik saya.

Sunda Kelapa 16
Salam Senja

Sunda Kelapa 17
Selamat Petang Sampai Jumpa

Ketika ingin menikmati keindahan dan ketenangan, jangan terlalu banyak berpikir. Lakukan! Nikmatilah, karena kematian datang tanpa sempat kita pikirkan.

Rabu, 27 Mei 2015

Museum Makam Prasasti : Agnez Mo - Tanpa Kekasihku?

One day holiday di Jakarta

Apa yang harus saya harapkan. Budget terbatas, minat juga ikut - ikutan terbatas. Mau pergi kemana? Tidak ada satupun bayangan indah di kepala yang bisa dan mau dikunjungi.

Obsessi Akan Agnez Mo

Sebagai penggemar salah satu penyanyi dalam Negeri Agnes Monica yang sekarang lebih dikenal dengan nama Agnez Mo, saya benar - benar terobsesi dengan salah satu video klip lagi miliknya. Ingat lagu Tanpa Kekasihku? ya saya ingin sekali berkunjung ke lokasi di mana Agnez Mo melakukan shooting untuk music video miliknya itu. Hingga akhirnya saya mendapat issue kalau shooting untuk music video itu dilakukan di Taman Makam Prasasti, entah benar atau tidak tapi saya sangat antusias untuk berkunjung ke Taman Prasasti yang beralamat di Jl. Tanah Abang I No.1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Museum Makam Prasasti

Ternyata lokasinya cukup tersembunyi karena masuk ke dalam komplek perumahan di daerah Kebon Jahe Kober. Ini adalah pemakaman sejak masa kependudukan VOC dan dimaksudkan untuk pemakaman orang Belanda yang terhormat dan prajurit Belanda berpangkat tinggi pada masanya. Suasananya terasa cukup sakral dan sangat tenang juga teduh.

Museum Prasasti 1
Museum Prasasti

Museum Prasasti 2
Patung

Museum Prasasti 3
Mendoakan

Museum Prasasti 4
Menjaga

Museum Prasasti 5
Merindukan

Museum Prasasti 6
Menunggu

Museum Prasasti 7
Menangisi

Museum Prasasti 8
Mengiringi

Museum Prasasti 9
Mengagumi
Bila Waktunya tiba, maka tak seorangpun mampu mencegahnya. Bila nantinya aku sendiri biarlah engkau yang mengingatku dan ku harap kau merindukanku.

Selasa, 26 Mei 2015

Ancol 2 : Siluet Senja

Kali ini setelah sempat menghamburkan uang, Kami memutuskan untu mampir atau lebih tepatnya mengunjungi Pantai Ancol dengan expektasi dan bayangan akan keindahan sunset sebelumnya. Rasanya memang tidak mudah bagi kami apa lagi setelah menghabiskan beberapa lembar uang kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp 65.000,- untuk kami berdua bertaruh mendapatkan sunset atau setidaknya pemandangan yang indah di Area Pantai komersil tersebut.

Bermodal Nekat

Ya mau dikata apa lagi, kami bosan menghabiskan waktu libur dengan hanya berdiam diri di kamar menghabiskan waktu dengan hanya berbaring dan nonton tv saja, terlebih lagi sepertinya alam berpihak kepada kami atau mungkin karena sekarang memaauki musim kemarau, jadi suasana langit cukup bersahabat meski terbilang panas.

Setelah sempat menikmati makan siang di Mie Jogja di bilangan Tebet, kamipun tidak mau menyia - nyiakan waktu untuk menunda keberangkatan menuju ancol. Minggu ini, yang menemani kami adalah Si Ganteng, motor Mio GT merah hitam milik saya.

Sekitar kurang lebih satu Jam kami akhirnya sampai di pintu gerbang Taman Impian Jaya Ancol. Sepertinya cukup ramai untuk minggu ini -24 Mei 2015- dan ternyata benar. Tidak sepertu biasanya, kali ini kami singgah dulu di area Pantai Indah seberang Putri Duyung dekat Monumen Ancol sebelum pindah ke area Pantai Pasir Putih tempat kami biasanya menunggu detik - detik terbenamnya Matahari.

Ancol 2-1
Mampir

Ancol 2-1
Putri Duyung

Ancol 2-3
Pohon Kelapa
Ancol 2-4
Black And White

Ancol 2-5
Permisi. Narsis dulu.


Peluasan Area Pantai Berpasir

Sekitar Jam empat kami berpindah lokasi menuju Pantai Pasir Putih utntuk menunggu dan menyaksikan detik - detik terbenamnya Sang Surya. Mengejutkan walau tidak mengherankan juga, pengunjung kala itu membludak, ditambah ada beberapa kapal pengeruk yang sedang terparkir di pinggir pantai. Menurut info, ternyata memang sedang ada perluasan area berpasir di berbagai titik di Pantai Pasir Putih. Kami tak mau ambil pusing, kami hanya ingin menikmati suasana senja di Ancol. Kami berdua berjalan menelusuri Jembatan kayu panjang dan berhenti di salah satu titik yang cukup sepi, kami enggan menyeberangi jembatan lebuh jauh karena sejauh mata memandang ke arah jembatan dan sekitarnya yang kami lihat hanya bulatan - bulatan kepala berhiaskan rambut hitam. Kamipun duduk menunggu saat matahari terbenam.

Ancol 2-6
Lalu Lalang

Ancol 2-7
Walk the Walk
Ancol 2-8
Mulai Beringsut

Ancol 2-9
Partner In Crime

Ancol 2-10
Silau


Siluet Senja

Kami berpindah ke salah satu sisi timur pantai, mengamati beberapa kapal pengeruk dan menikmati sisa Sunset yang ada. Cukup memuaskan karena bisa menghasilkan Siluet Senja yang indah baik dari mata Nikon D3200 milik partner saya, juga dari Mata Ponsel Lumia 730 milik saya.


Ancol 2-11
Siluet di kala Senja

Ancol 2-12
Bersama Orang - Orang Tercinta

Ancol 2-13
Para Penikmat Senja

Ancol 2-14
Salam Senja

Ancol 2-15
Anugerah Tuhan yang begitu Indah.
 
Ancol 2-16
Perluasan Area Pantai Pasir Putih Ancol.


Apa ukuran dari keindahan? Apakah kepuasan yang terasa dalam hati?
Lalu apakah jaminan dari kepuasan hati? Apakah keindahan?
Bagi saya, bukan! Tapi rasa Syukur atas anugerah yang Tuhan berikan.
Mata ini memandang segala aspek yang ada,
namun kemudian kepala, hati dan ego yang mengerucutkan.
Mementingkan salah satu aspek dan mengabaikan aspek yang lainnya.
Ini realita, dan memang ini lah kenyataan.
Saya manusia dengan sisi obyektif dan sudut pandang yang menurut saya benar.
Namun belum tentu benar menurut orang lain.

Ancol 1 : Hangat Senja Berhiaskan Sunset

Entah sudah berapa kali saya dan partner beburu sunset dan gagal. Namun, tidak satupun dari kegagalan itu membuat kami kapok. Sekalipun kami kecewa, tetap saja setiap ada kesempatan kami akan segera berburu dengan penuh keyakinan.

Once Upon A Time. Jakarta

Akhirnya kami nekat melaju setelah kami sempat cek jadwal dan tiket The Avanger 2 : Age of Ultron dan ternyata anrean di Blitz Central Park saat itu sudah dipenuhi antrean, akhirnya kami memutuskan untuk jalan - jalan saja ditambah melihat situasi langit pada jam 4.00 pm saat itu cukup cerah untuk area utara dan barat kota Jakarta dan gelap di daerah timur Jakarta membuat kami semakin yakin untuk tidak langsung pulang ke Pasar Rebo.

Menuju Ancol.

Ya tak ada pilihan lain saat itu, hanya Ancol yang terbersit di dalam kepala kami berdua dengan penuh pengharapan akan mendapat pemandangan sunset yang cukup bagus. Dengan tekad dan harapan yang besar kamipun melaju menunggangi motor menuju Ancol. Saat melewati daerah Roxy menuju Harmoni saya cukup heran dengan kondisi jalanan yang basah.

"Bagaimana bisa." Ujar saya heran dalam hati.

kondisi tersebut semakin meyakinkan saya bahwa Jakarta memang memiliki musim atau keadaan cuaca yang berbeda di masing - masing wilahnya dan terbilang extream. Namun tak apalah setidaknya kali ini ada pembenaran atas quite yang sering saya dengar secara harfiah "there's always the rain before the rainbow."

Ancol 1-1
There was a Rainbow after the Rain


Senja di Ancol.

Beruntung. Setelah akhirnya sedikit khawatir dengan awan di langit yang tiba - tiba seolah mengejar kami dalam perjalanan, ternyata saat sampai kami tiba di ancol kami bisa menikmati sunset.

Sebagai info dan mungkin semua orang sudah tahu apa lagi penduduk kota Jakarta. Saya tidak bisa bilang kalau untuk ukuran tempat wisata dalam kota, Ancol merupakan tempat wisata yang murah, tidak juga mahal. Tapi untuk kota Metropolitas seperti Jakarta dengan gaya hidup mayoritas penduduknya mungkin dengan harga yang harus dibayar untuk sekedar menikmati Ancol bisa sibilang cukup lah.

Ancol 1-2
Lembayung Senja

Ancol 1-3
Meski Mentari tak nampak namun indahnya tersirat

Ancol 1-4
Mulai Menghilang Pesonanya

Ancol 1-5
Lampu Mulai Menyala

Ancol 1-6
Masih Mempesona

Ancol 1-7
Dari Mata Ponsel Lumia 730
Ancol 1-8
Salam Senja

Ancol 1-9
Narsis Dikit.

Ancol 1-10
Partner in Crime

kepuasan tidak diukur berdasar berapa banyak uang yang kita miliki bukan juga berdasarkan nominal uang yang kita keluarkan untuk menikmati keindahan itu sendiri. Tapi bagi saya kepuasan adalah ketika saya bisa berada di tempat yang saya inginkan di waktu dan bersam orang yang tepat, dan yangvterpenting saya akan puas ketika saya mampu bersyukur.

Salam.